Senin, 30 Juli 2012

Kewajiban Bagi Agama Islam


SINOPSIS
            Pada zaman Nabi Muhammad SAW dahulu, kewajiban bagi pemeluk agama islam yaitu hanya shalat lima waktu, membayar zakat dan puasa Ramadhan karena Islam tidak memberatkan bagi pemeluk islam pertama kalinya dan kewajiban bagi orang islam pertama hanya tiga kewajiban tersebut, Nabi Bersabda : bahagia jika ada orang yang melakukannya atau masuk surga jika ada orang yang membenarkannya.
            Dosa-dosa kecil bias di tebus dengan melakukan kebaikan-kebaikan seperti : Shalat lima waktu, Shalat Jum’at, Puasa Ramadhan, dan lain-lainnya. Di dalam Al-Qur’an di jelaskan bahwa “Sesungguhnya perbuatan – perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan buruk”.
            Di dalam buku ini ada kekerasan yang tidak pada tempatnya yaitu seperti contoh kekerasan yang di ingkari. Pada zaman Nabi, Nabi mengutus Mu’adz bin Jabil ke Yaman dan Nabi bersabda kalu nanti mu’adz bin Jabil menemui seseorang dan Mu’adz mengajak membaca dua kalimat syahadat kemudia jika orang tersebut menanggapinya maka teruslah ajak melaksanakan shalat, membayar zakat, dan seterusnya, namun apabila orang tersebut menolaknya, maka jangan tanggapi dengan kekerasan karena kekerasan tersebut yang dinamakan kekerasan tidak pada tempatnya.
            Salah satu ekstimisme adalah kekejaman dan kekerasan yaitu kekejaman dalam berurusan dan kekerasan dalam berdakwah, hal demikian adalah bertentangan dengan petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya. Dengan adanya pertentangan dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya, maka Allah Berfirman dalam Al-Qur’an bahwa kita di suruh selalu berdo’a kepada Allah dengan bijaksana, apabila kita menasihati seseorang dengan nasihat yang yang baik tidak dengan perkataan yang kasar, apabila kita ingin mendebat, debatlah dengan cara yang baik juga.





TERJEMAHAN

            Disini kita cukup dengan hadits Thalhah bin Ubaidillah dalam kitab “الصحيح ” , pada kisah orang arab yang bertanya kepada nabi Muhammad SAW tentang kewajiban atasnya. Maka Nabi mengabarinya dengan melaksanakan shalat lima kali, memberikan zakat dan melaksanakan puasa Ramadhan. Dia (orang Arab) bertanya : Apakah masih ada yang lain (kewajiban untuk saya) ? Nabi bersabda : Tidak, kecuali jika kamu mampu. Ketika lelaki itu berpaling (mau meninggalkan), Nabi bersabda : “Demi Allah, saya tidak menambah dan tidak mengurangi ini”. Nabi bersabda : “Bahagia jika ada orang yang membenarkan (melakukannya) atau masuk syurga jika ada orang yang membenarkannya”.
            Untuk selama saya : bahwa kita orag islam cukup pada masa sekarang untuk melaksanakan kewajiban dan meninggalkan dosa-dosa besar, untuk mengambil sample pada islam secara berturut-turut dan menolongnya, selama kesetiaannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika dia mengumpulkan (melakukan) sebagian dosa-dosa kecil terus menerus dari hal-hal yang diharamkan, dia mempunyai (melakukan) kebaikan-kebaikan seperti : Shalat lima kali, Shalat Jum’at, puasa Ramadhan dan lain-lainnya. Apa kafarat dari dosa-dosa kecil ini? “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan yang buruk”. (QS. Hud :114 ),
 “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang dilarang kamu menjalankannya. Niscaya kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Syurga)” (QS. Annisa’ : 31).
            Bagaimana kita menetapkan hukum pada anggapan orang islam dengan adanya kejadian hal-hal yang ikhtikaf (perbedaan pendapat) : Aakah hal itu haram atau halal? Padahal belum diketahui dengan jelas haramnya dari agama Allah. Atau meninggalkan sesuatu yang masih ikhtilaf : Apakah itu wajib atau sunnah? Sedangkan kita belum mengetahui dengan pasti wajibnya dalam syari’at? Dari sini saya selaku ingkar (tidak sependapat) kepada sebagian orang yang beragama dan baris mutlak militansi dan berkomitmen. Berkomitmen (teguh pendirian) dapat menyempitkan pendapat, mendekatkan pada kesulitan dan menjauhkan dari keluasan serta kemudahan. Mereka tidak cukup berkomitmen pada diri sendiri, meskipun mereka sangat keras dan sulit. Tetapi mereka menginginkan berkomitmen untuk semua manusia. Siapa orang yang tahu, orang yang keluar dari garis ini? Mengajak pada kemudahan atau memberikan fatwa mana yang lebih halus dan apa yang dapat menghilangkan kesulitan mereka pada cahaya tujuan syari’at dan hukum – hukumnya dan menempatkan mereka di dermaga.

Kekerasan tidak pada tempatnya
            3. termasuk kekerasan yang di ingkari adalah kekerasan yang tidak pada tempatnya dan masanya. Sebagaimana kekerasan tidak pada daerah islam dan Negara ashlinya. Atau bersama masyarakat baru yang di tuntut masuk islam atau masyarakat baru yang di tuntut untuk bertaubat.
            Maka seyogyanya mereka pura-pura tidak mengerti dalam masalah-masalah cabang dan perselisihan, dan mereka fokus terhadap pokok sebelum bagian-bagian, pokok sebelum cabang-cabang, membenarkan aqidah-aqidah terdahulu. Jika sudah tenang hati mereka, ajaklah mereka pada rukun-rukun islam kemudian cabang-cabang iman baru pada kedudukan-kedudukan berbuat baik.
            Ktika Nabi mengutus Mu’adz (bin jabil) ke Yaman, Nabi bersabda kepadanya : “Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum (masyarakat) ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), maka ajaklah mereka membaca syahadat : Sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Jika mereka mentaatimu, maka ajarilah mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka untuk melaksanakan shalat lima kali sehari semalam. Jika mereka mentaatimu, maka ajarilah mereka bahwasanya Allah mewajibkan kepada mereka untuk memberikan sadakah yang diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang fakir”[1].
            Maka lihatlah bagaimana memerintahkannya untuk secara bertahap dalam mengajak mereka, maka dimulai dengan dasar, yaitu dua kalimat syahadat : bersaksi bahwa Allah dzat Yang Maha Esa dan dan Muhammad yang membawa risalah, kemudian jika mereka menanggapi, maka ajaklah mereka ke rukun yang kedua, yaitu Sholat. Maka ketika mereka mentaatimu teruskan ke rukun yang ketiga, yaitu Zakat. Dan seterusnya.
            Dan saya terkejut bahwasanya saya telah menemukan orang-orang yang ikhlas pada sebagian pemuda dari kelompok islam di Amerika, di Amerika telah membesarkan kontroversi kekerasan di sebuah pusat Islam. Sesungguhnya orang-orang islam duduk di atas kursi dalam pertemuan sabtu dan ahad, dan tidak duduk di atas tikar atau di karpet seperti orang yang duduk di masjid, Karena mereka tidak cenderung untuk duduk di Mekkah, seperti adab orang islam, dan mereka memakai celana tidak gaun putih, dan mereka makan di atas meja tidak di atas tanah….
            Dan hal semacam ini membuatku marah dari perilaku pada hati orang Amerika Utara. Dan saya berkata kepada mereka : lebih baik pada masyarakat ini kehausan di belakang makanan. Sungguh menjadikan perhatian yang besar mengajak meng-Esakan Allah SWT dan beribadah kepada-Nya. Dan mengingat Akhirat, dan menegakkan agama yang mulia, dan mereka melarang hal yang dilarang yang menjerumuskan masyarakat terdahulu di dalamnya pada masa sekarang, adapun akhlak dan kesempurnaan yang baik dalam agama, maka tempat dan masanya setelah memungkinkan adat, politik dan menetapkan.
            Dan pada pusat islam yang lain, dan saya menemukan mereka menguatkan dunia dan mendudukkannya karena film sejarah atau pendidikan di masjid, Mereka berkata : mereka merubah masjid untuk film ! mereka lupa sesungguhnya masjid diperuntukkan untuk kebaikan orang-orang islam dalam agama dan dunia. Masjid pada masa kenabian sebagai tempat dakwah dan pusat Negara. Tempat kegiatan dialog masyarakat, seseorang mengerti hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhori dan lainnya, Nabi mengijinkan orang-orang Habasyah bermain di dalam masjid-nya yang mulia dan Nabi meminta Aisyah R.A untuk melihat mereka bermain.


Kekejaman dan kekerasan ...
4. Salah satu manifestasi dari ekstremisme: kekejaman dalam berurusan, dan kekerasan dalam cara, kasar dalam da’wah, bertentangan dengan petunjuk Allah swt, dan Rasul-Nya.
            Maka Allah SWT memerintahkan kita supaya berdo’a kepada Allah dengan kebijaksanaan tidak dengan kebodohan, dan dengan nasihat yang baik, tidak dengan perkataan kasar, dan sesungguhnya kita membantah dengan bantahan yang baik. “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”
            Allah Menshifati Rasul-Nya dengan firman : “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min”.
            Allah mengkhithobi Rasul-Nya dengan menjelaskan hubungan rasul dengan sahabatnya : “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”.


[1] Hadits yang disepakati oleh Imam Bukhori dan Muslim

0 komentar:

Posting Komentar

Ulum Production

Ulum Production
Menerima Editing Video, Pembuatan Movie Marker semua acara

Gabung Bersama Saya, Klik disini...!

peluang usaha

Sponsor Bisnis Tercepat

Sponsor Bisnis Tercepat
www.melianature.com